Bahan ajar digital menjadi potensi dalam pembelajaran yang digunakan oleh guru- guru sejarah di Tasikmalaya. Guru-guru sejarah di Tasikmsalaya mempunyai potensi untuk pengembanga bahan ajar digital karena persepsi mereka mengenai bahan ajar digital sudah cukup bagus. Guru pada dasarnya perlu menyiapkan bahan ajar sejarah sebagai media untuk pembelajaran. Mereka menggunakan bahan ajar supaya peserta didik tidak bosan dalam pembelajaran sejarah. Mereka juga perlu mengihdupkan suasana pembelajaran sejarah dikelas untuk lebih komunikatif dan menyenangkan. Bahan ajar digital menjadi salah satu solusi yang dpat digunakan oleh guru sejarah. Teknologi yang sangat maju pada masa kini menjadi potensi untuk mengembangkan bahan ajar dgitial sejarah. Bahan ajar digital sejarah melalui teknologi dapat memberikan sesuatu yang menarik dan kekinian. Peserta didik pada masa kini yang dikenal sebagai generasi Z seharusnya dengan mudah dapat menggunakan bahan ajar digital.
PKM yang diselenggarakan di Tasikmalaya ini dilaksanakan secara Blended Learning. PKM ini dirancang selama 3 hari daring dan 1 hari luring dengan durasi 32 JP. Selama pelatihan daring para guru-guru sejarah menerima pematerian secara teoritik mengenai literasi ICT, Bahan Ajar Digital, Bahan Ajar Digital pada Pembelajaran Sejarah dan Rancangan dalam Bahan Ajar Digital dalam Pembelajaran Sejarah. Pada saat luring para dosen dan instruktur melakukan refreshment kepada para guru dan melatih guru dalam merancang bahan ajar digital.