Oleh: Denis Pirmansyah
Datangnya bulan Ramadan merupakan momen yang sangat ditunggu oleh semua umat muslim di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Semua kalangan masyarakat sangat menantikan momen ini,
termasuk anak sekolah karena mereka mempunyai jatah libur yang cukup banyak. Terhitung mereka libur sejak jelang puasa sampai pada awal hari puasa, kemudian masuk sekolah lagi beberapa hari. Lalu mereka akan kembali libur saat mendekati Lebaran sampai seminggu setelah lebaran. Lantas bagaimana libur puasa pada masa dulu hingga sampai sekarang ini?
Bulan Ramadan atau bulan puasa pada masa kolonialisasi Belanda sering disebut sebagai bulan istirahat. Hal itu karena bulan Ramadan adalah bulan relaksasi dan rekreasi di hampir setiap kegiatannya. Orang-orang Belanda yang tinggal di Indonesia saat itu menikmati satu bulan itu sebagai bulan yang paling tenang dalam setahun di negeri jajahannya. Bagaimana tidak, orang-orang Eropa yang tinggal di tengah populasi yang mayoritas beragama Islam dipaksa untuk ikut juga berlibur. Puncaknya yaitu saat Idulftri atau Lebaran yang ditandai dengan suara mercon dan petasan di tengah keramaianhari raya. Libur puasa pastinya berkaitan dengan penetapan dan pengaturan libur lebaran. Sebelum adanya aturan yang menetapkan bahwa libur lebaran sebagai
libur umum, berbagai sekolah yang ada saat itu memiliki aturan yang berbeda dalam menyikapi puasa dan lebaran. Pada sebuah koran yaitu De Preanger-bode tanggal 10 Januari 1902 yang menceritakan mengenai kebiasaan sekolah saat itu yang berbeda-beda ketika puasa dan Lebaran. Mulai dari sekolah yang tidak memberikan libur sekolah untuk puasa dan lebaran, sampai
ada yang memberikan libur sekolah selama satu bulan penuh selama Ramadan. Biasanya, sekolah yang berada di wilayah pedalaman akan memberikan libur kepada para siswa hingga satu bulan penuh selama Ramadan. Sedangkan sekolah dengan siswanya yang mayoritas nonmuslim tidak memberikan hari libur selama Ramadan, terkecuali baru diberikan kepada siswa yang muslim di sekolah tersebut untuk izintidak masuk sekolah hanya ketika Lebaran saja.