Oleh: Dita Dwi Utami
Semangat perdamaian dan menghargai hak-hak asasi manusia terus bergulir dan menjadi sebuah memori kolektif. Memori Kolektif ini kemudian dipelihara dengan upaya membuat sebuah museum yang kita kenal kini sebagai Museum Asia Africa. Setelah berkali-kali Gedung Merdeka tersebut mengalami peralihan fungsi bangunan, akhirnya hingga kini gedung merdeka menjadi bagian dari Museum Asia Afrika. Semangat dasasila Bandung terus digelorakan bahkan hingga kini masih acapkali diselenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika yang dilaksanakan setiap 10 tahun. Tak hanya itu hubungan persahabatan dan kerja sama antara negara-negara Asia dan Afrika pun tetap terjalin dengan baik.
Museum Konferensi Asia Africa (MKAA) yang berada di bawah naungan Kementrian Luar Negeri ini cukup aktif menyuarakan semangat kemanusiaan dan perdamaian melalui berbagai program ataupun event yang dilakukan dengan melibatkan kaum muda. Hal ini mengisyaratkan pula bahwa semangat yang menjadi ruh dari Konferensi Asia Africa tidak hanya perlu dijaga untuk masa kini tetapi perlu juga untuk ditanamkan terhadap generasi-generasi berikutnya agar semangat solidaritas dan kemanusiaan antara negara-negara Asia dan Africa tetap berkelanjutan. Setiap tahunnya, Museum Konferensi Asia Africa (MKAA) menyelenggarakan peringatan konferensi asia Africa yang ditandai dengan menaikkan bendera-bendera negara yang mengikuti Konferensi Asia Afrika (1955) dan juga negara-negara peserta KTT Asia Afrika. Penaikkan bendera-bendera tersebut melibatkan para pemuda yang biasanya terdiri atas anggota pramuka yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Selain itu, tema-tema yang diangkat setiap tahunnya akan berbeda dan memperhatikan relevansi dengan kondisi zaman. Pada tahun 2023 ini, peringatan Konferensi Asia Africa juga akan digelar tepatnya pada bulan April mendatang. Peringatan Konferensi Asia Afrika yang pada tahun ini menapaki 68 tahun mengangkat tema Road to 2025: Towards Stronger Asia Africa”. Menurut kepala museum konferensi asia afrika (MKAA), Dahlia Kusuma Dewi, alasan diangkatnya tema tersebut adalah untuk menguatkan ingatan masyarakat akan potensi besar bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berpengaruh di dunia. Hal ini tak lepas dari keberadaan dan bukti nyata kontribusi Gedung Merdeka di Bandung sebagai tempat pelaksanaan KAA 1955 dan konferensi-konferensi yang mengikutinya, maupun kiprah Museum KAA dalam menjaga, melestarikan, dan menyerukan semangat serta nilai-nilai perdamaian dunia.
Semangat ini kemudian menunjukkan juga bahwa selepas pandemi Covid-19 ini, Indonesia dan negara-negara di Asia dan Afrika bersama-sama perlu saling mendorong untuk dapat bangkit dan menguat kembali. Momentum peringatan tahun ke 68 inipun menjadi corong guna menyuarakkan semangat konferensi asia afrika terkini untuk mempersiapkan perhelatan KTT yang dilaksanakan satu kali perdekade. KTT tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2025. Maka dengan itu, diharapkan persaudaraan negara-negara di Asia dan Afrika akan semakin erat dan tidak semangat Dasasila Bandung tetap menjadi ruh pergerakan
bersama. Demikianlah semangat perdamaian, solidaritas, dan kesetaraan yang telah mengakar hingga tetap relavan dari masa ke masa.