Oleh: M. Hilman Maulana
Memang memori masa lalu seolah sangat superior dibandingkan dengan masa kini. Berbeda dengan zaman dahulu yang memperjuangkan kemer-dekaan, kini masya-rakat Indonesia harus mengisi kemerdekaan demi menjaga eksistensi negara yang sudah diperjuangkan di masa lalu.
Namun kita tidak boleh menganggap remeh apa yang sedang kita perjuangkan. Murid-murid yang sedang belajar atau melakukan pesantren kilat adalah suatu upaya untuk memperkuat pendidikan Indonesia di masa depan. Para akademisi termasuk guru juga selalu berusaha menjaga kualitas pendidikan di Indonesia meski sembari menahan lapar dan dahaganya. Para tenaga kesehatan yang sedang berjaga demi menjaga keselamatan dan kesehatan sumber daya manusia yang ada di Indonesia sangat perlu diperhitungkan dengan tujuannya yang mulia. Para atlet juga masih berlatih meskipun dibawah terik dan panas demi mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga dunia. Khususnya yang terdekat yaitu Piala Dunia U-20 yang sedang bergejolak karena terhubung dengan faktor penyelenggara yang memiliki kepentingan.
Kita hanya bisa berharap para pemangku jabatan menggunakan kearifannya sesuai dengan esensi bulan Ramadan itu sendiri. Semoga mereka bisa mengendalikan hawa nafsu mereka agar bisa membantu para atlet untuk mengharumkan nama Indonesia. Besar juga harapan Indonesia agar terus berproses positif untuk tahun-tahun kedepan dengan berbagai bidang yang sedang hangat diagungkan di masa kini.