Oleh: Sofia Malinda
Setiap tanggal 10 November bangsa Indonesia akan memperingati hari Pahlawan Nasional. Tanggal 10 November ini didedikasikan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan untuk meraih kemerdekaan bangsa Indonesia sekaligus untuk mengingat pertempuran Surabaya yang terjadi pada tahun 1945. Peristiwa pertempuran ini merupakan salah satu peristiwa yang cukup penting bagi bangsa Indonesia, dimana pada tanggal 10 November 1945 terjadi pertempuran besar pasca kemerdekaan. Tercatat di tahun 2022 sebanyak 185 pahlawan pria dan 15 pahlawan Wanita telah diangkat sebagai pahlawan nasional.
Salah satu tokoh pahlawan nasional Wanita yang cukup terkenal di luar negeri dan bahkan banyak penulis sejarah dari luar
negeri yang mengangkat kisah beliau, karena kegigihan dan ketangkasan beliau yang setara dengan pria di medan perang.
Pahlawan Wanita tersebut yaitu Malahyati. Laksamana Malahayati atau memiliki nama asli Keumalahayati merupakan seorang pahlawan wanita yang berasal dari Kesultanan Aceh. Ia dilahirkan di Aceh Besar pada tahun 1550. Semasa mudanya, beliau mendapatkan Pendidikan istana. Malahayati sendiri merupakan keturunan ningrat. Ayahnya yaitu, Laksamana Mahmud Syah dan kakeknya dari garis ayahnya adalah Laksamana Syaid Syah yang merupakan putra dari Sultan Salahuddin Syah yang memerintah sekitar tahun 1530-1539 Masehi.
Dari latar belakang keluarganya inilah yang membuat Malahayati memiliki semangat kelautan di dalam jiwanya. Dengan semangat kelautan yang mengalir di dalam tubuhnya inilah yang membuat ia kemudian mengikuti jejak ayah dan kakeknya dengan menempuh Pendidikan militer jurusan Angkatan Laut di Akademi Baitul Maqdis. Kariernya di area pertempuran diawali dengan dibentuknya pasukan Inong balee atau janda-janda pahlawan yang telah syahid. Laksamana Malahayati sendiri merupakan perempuan pertama di dunia yang menyandang gelar panglima tertinggi di laut.