Oleh: Amanda Puteri Devitasari
Bandung menjadi salah satu pusat busana Indonesia kini mendapatkan ancaman. Dengan derasnya arus globalisasi, berkembang pula teknologi yang ada di Indonesia. Bandung yang memiliki ratusan bahkan ribuan toko busana kini tersaing dengan kemajuan teknologi dalam bidang perbelanjaan. Aplikasi-aplikasi perbelanjaan online dianggap jauh lebih lebih praktis dalam hal berbelanja busana. Selain itu dengan potongan-potongan harga dan voucher, tidak mengherankan lagi bahwa para pencinta busana lebih memilih berbelanja secara online. Pusat-pusat perbelanjaan di Bandung sudah mulai sepi peminat.
Mall-mall di Bandung mulai sepi pengunjung semenjak pandemic Covid-19 terjadi pada tahun 2020. Akibat dari pandemic tersebut perekonomian dunia sempat terhambat. Masyarakat Indonesia dilarang untuk keluar rumahnya kecuali dalam keadaan darurat untuk mengurangi infeksi Covid-19. Pertokoan yang masih boleh buka adalah penjual obat-obatan dan makanan atau
minuman karena hal-hal tersebut termasuk dalam kebutuhan primer manusia. Pakaian juga merupakan kebutuhan primer akan
tetapi pada masa pandemic masyarakat tidak begitu mementingkan memiliki pakaian baru dan lebih mementingkan untuk bertahan hidup dengan penghasilan yang sebagian besar berkurang. Hal tersebut mempengaruhi penjualan busana yang dulu cukup tinggi menjadi hampir tidak ada. Untuk tetap mendapatkan penghasilan dari pakaian- pakaian yang sudah terlanjur terbuat, para penjual pakaian memutuskan untuk beralih kepada aplikasi penjualan online.
Para penjual dapat tetap meraup untung tanpa membayar biaya sewa tempat yang tinggi. Tentu lambat laun mereka menutup gerai- gerai toko mereka baik di ruko, mall, maupun pusat perbelanjaan lainnya dan memfokuskan dalam perbelanjaan online. Ditambah dengan generasi Millenial dan generasi Z yang lebih condong introvert, perbelanjaan online ini sangat cocok untuk mereka dan lambat laun mulai berkembang. Peminat pertokoan komersil mulai berkurang sehingga para penjual komersil juga mulai menutup tokonya karena rugi. Bagi generasi X dan Boomers perbelanjaan online masih cukup sulit mereka lakukan. Mereka jauh lebih menyukai belanja pada toko komersil terutama toko yang dapat terjadi tawar-menawar. Merekalah salah satu alasan mengapa masih ada toko-toko atau pusat perbelanjaan yang bertahan.
Pasar Baru merupakan salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Bandung. Pusat perbelanjaan yang menawarkan berbagai barang seperti pakaian, makanan, dan barang0barang lainnya dengan harga terjangkau lambat laun mulai kehilangan peminat. Walaupun hingga saat ini Pasar Baru menjadi salah satu destinasi bagi turis lokal, melihat keadaan yang sepi pengunjung sangat memprihatinkan. Bagaimanapun Pasar Baru memiliki sejarah yang signifikan dalam perkembangan ekonomi Bandung. Bandung pada awalnya merupakan desa yang sederhana. Pemerintahan Belanda bekerjasama dengan para pemimpin lokal kemudian membangun Bandung menjadi sebuah kota yang ramai dalam bidang ekonomi. Pasar pertama di Bandung didirikan pada 1812 bernama Pasar Ciguriang karena tempatnya yang berada di Kampung Ciguriang. Pasar tersebut ramai akan saudagar-saudagar dari berbagai penjuru Indonesia dan juga saudagar-saudagar dari negara lain seperti Belanda, Cina, dan India. Pada pertengahan abad ke-19 pasar tersebut hangus terbakar sehingga para pedagang mencari tempat lain untuk menjual dagangannya. Mereka mulai mendiami daerah Pecinan di Jalan ABC dan lambat laun daerah tersebut menjadi pusat perdagangan di Bandung. Pada tahun 1906 disebut dengan Pasar Baroe. Pada tahun 2001 Pasar Baru berubah menjadi Pasar Baru Trade Center yang lebih modern dan memfokuskan pada produk-produk untuk dijadikan oleh-oleh.
Saat mulai berkembangnya mall di Bandung, Pasar Baru sempat tersaingi dalam kualitas produk maupun kenyamanannya. Akan tetapi Pasar Baru tetap dapat bertahan karena harga-harga produk yang jauh lebih terjangkau daripada produk di mall. Sekarang Pasar Baru harus bersaing dengan perbelanjaan online yang sudah semakin marak. Selain itu pada masa pandemic tentu seperti pusat perbelanjaan lainnya, Pasar Baru mengalami kerugian yang cukup tinggi karena berkurangnya turis maupun penduduk lokal yang berbelanja di pasar tersebut. Para penjual di Pasar Baru mengambil inisiatif untuk juga menjual barang-barang merka dengan aplikasi online agar tetap mendapatkan keuntungan dari sepinya pengunjung di toko komersil mereka. Mereka tetap berusaha untuk mempertahankan toko-toko mereka agar Pasa Baru tidak terhapuskan dari salah satu destinasi bagi turis.
Selain Pasar Baru, mall-mall di Bandung pun mulai sepi pengunjung. Salah satu mall terkenal di Bandung adalah BIP atau
Bandung Indah Plaza. Mall tersebut menjadi tempat favorit para remaja dan anak muda karena harganya yang lebih terjangkau dibandingkan mall-mall lainnya. Pada saat ini berbagai toko dalam mall tersebut sudah tutup karena kerugian yang mereka alami pada saat pandemic maupun setelah pandemic. Beberapa pernjual kalah saing dengan penjual-penjual online. Selain barang, foodcourt BIP yang cukup terkenal sekarangpun telah cukup kosong dibandingkan sebelumnya. Hanya beberapa stall makanan yang masih buka dan itupun sepi akan pembeli. Supermarket di BIP awalnya memakan hampir seluruh lantai satu sekarang hanya sekedar toko kecil saja. Restoran-restoran di BIP juga sudah menurun jumlahnya.
Akan tetapi tetap ada beberapa pusat perbelanjaan yang masih ramai akan pengunjung seperi Paskal. Pusat perbelanjaan tersebut menawarkan berbagai brand asal luar negeri yang peminatnya cukup tinggi. Para peminat tersebut enggan membayar ongkos kirim dari membeli brand-brand tersebut dengan cara online karena ongkosnya yang cukup tinggi sehingga lebih memilih untuk membeli secara langsung. Walaupun saat ini pusat-pusat perbelanjaan komersil masih tetap bertahan, tidak akan mengherankan jika lambat laun mereka akan mulai menghilang dan digantikan oleh perbelanjaan online. Pada saat ini pusat pusat perbelanaan komersil berada dalam kondisi kritis yang mengkhawatirkan. Apakah hal tersebut baik atau buruk merupakan pendapat masing-masing individu hanya saja perlu diingat bahwa beberapa pusat perbelanjaan di Bandung merupakan salah satu bukti nyata sejarah berdirinya kota Bandung ini yang diciptakan saat Tuhan sedang tersenyum.