Tan Malaka dan Negeri Belanda
Setelah tamat Kweekschool Bukit Tinggi, atas bantuan Horensma dengan pinjaman biaya dari Engkufonds Tan Malaka meneruskan pendidikannya ke Rijks Kweekschool di Haarlem, Nederland. Selama sekolah di Harleem, Tan Malaka sempat beberapa kali berpindah tempat. Pertama kali datang ia tinggal di asrama pondokan bersama murid Rijks Kweekschool lainnya, namun karena tidak merasa betah akhirnya ia memutuskan untuk pindah ke Jacobijnestraat dan tinggal di sebuah kamar sewaan milik sebuah keluarga Belanda yang bernama Van der Mij.
Kondisi rumah yang ditempatinya digambarkan dalam Penjara ke Penjara sebagai berikut “Dalam rumah sewaan seorang keluarga buruh, sebuah rumah kecil di jalan kecil, kebetulan pula bernama Jacobijnestraat, saya mendiami kamar loteng yang sempit gelap”.
Selama tinggal di Belanda, Tan Malaka kerap sekali sakit akibat makanan dan iklim Belanda yang tidak cocok, serta menderita Pleuritus (Susilo : 2008 : 15). Dengan kualitas makan yang buruk, kamar yang tak sehat, dan tak pernah mengenakan jaket tebal, Tan Malaka mulai terserang radang paru-paru tepat pada musim panas 1915. Sejak itu dia tak pernah seratus persen sehat. Pada 1916 kesehatannya mundur lagi sehingga sulit untuk mengikuti pelajaran sekolah. Bahkan ujian pun dilaluinya dalam kondisi tidak sehat.