Tuan, Yi-fu (1977). Space and Place, Minneapolis: University of Minnesota, halaman 2–18

 

  1. Konsep yang dikembangkan

Ruang (space) dan tempat (place) berkaitan dengan lingkungan sosial (yang didalamnya ada interaksi sosial). Space adalah sebuah lokasi yang tidak memiliki hubungan sosial bagi manusia sekaligus tidak ada nilai yang ditambahkan ke ruang itu. Nilai tersebut dapat berupa rasa atau perasaan sehingga menurutnya, space adalah ruang abstrak. Disini memang definsi space Tuan berbeda dengan Edwar Relph yang menyatakan bahwa space menyangkut hubungan orang dengan tempat yang dihubungkan dengan konsep jarak. Di dalam Space menurut Relph, terdapat juga konsep praktek spasial dan pengalaman ketika berada dalam ruang maupun tempat.

Ruang dan tempat merupakan sifat dasar (nature) dari geografi. Ruang (space) lebih didefinisikan sebagai sebuah hal yang abstrak, sedangkan tempat (place) diartikan sebagai sebuah entitas unik, a special ensemble, yang memiliki sejarah dan makna. Tempat mampu mewujudkan pengalaman dan aspirasi dari masyarakat. Tempat bukan sekedar fakta yang yang dapat dijelaskan lebih luas dari pemahaman tentang ruang tetapi juga sebuah realitas data yang dapat diklarifikasi dan dimengerti dari cara pandang masyarakat yang memberikan makna sendiri tentang sebuah tempat.

Place bagi Fuan bukan hanya lokasi (space) karena didalamnya ada unsur pengalaman manusia. Pengalaman itu diciptakan disuatu tempat misalnya kesan kita pada suatu tempat karena ada unsur memori dan nilai historis secara personal. Jadi, place dibentuk oleh pengalaman manusia sehingga memiliki makna tertentu. Place (tempat) adalah tempat penuh makna dan penuh tujuan. Statsiun menunjuk tempat pemberhentian kereta dan dalam statsiun ada ruang (benda mati yang tidak ada hubungan sosial). Namun, ketika menjadi tempat, maka statsiun penuh dengan pengalaman, hubungan sosial, dan punya tujuan. Pengalaman tersebut menyatu dalam ruang tersebut.

Tempat merupakan objek yang mendefinisikan ruang dan ruang lebih abstrak daripada “tempat”. Tuan melakukan kritik tentang ruang dan pengertian tempat dalam geografi. Gagasan tersebut, menurut Tuan, tidak sepenuhnya berarti lokasi, tetapi lebih dari itu. Tempat memiliki arti lokasi dan posisi sosial. Menurutnya, sosial entah bagaimana mendahului spasial sehingga lokasi spasial berasal dari posisi dalam masyarakat dan bukan sebaliknya. Sebuah tempat memiliki “semangat”, kesan, rasa yang membuatnya unik. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa benda-benda memiliki muatan simbolis.

Sense of place adalah reaksi manusia terhadap tempat. Rumah dan jalan tidak dengan sendirinya menciptakan sense of place, tetapi jika mereka memiliki keunikan, maka akan membantu penggunanya untuk menyadari dan mengembangkan sense of place. Kehadiran sebuah tempat berkaitan dengan makna ruang yang dihasilkan. Manusia dapat memberikan makna pada ruang yang akhirnya akan memberikan makna pada sebuah tempat.

Yi Fu Tuan (1979), dalam narasinya, menyebutkan bahwa, kombinasi persepsi visual (visual perception), suasana/sentuhan (touch), pergerakan (movement), dan pemikiran (thought) akan membentuk karakteristik dari sense of space. Hal ini menjelaskan bahwa ruang selalu terkait dengan perjalanan antar waktu, yang melingkupi masa lalu, sekarang, dan yang akan datang. Hal tersebut akan memberi warna yang berbeda pada suasana yang dibentuk, persepsi yang muncul, pemikiran yang terjadi yang ada pada setiap perjalanan zaman.

 

  1. Metode yang digunakan

Pendekatan yang digunakan oleh Tuan adalah deskriptif dan humanistik. Pendekatan humanistik, dalam pendekatan Tuan adalah berusaha memahami ruang dengan memberikan memberinya makna yang berbeda. Studi tentang ruang, dari perspektif humanistik, dengan demikian adalah studi tentang spasial masyarakat. perasaan dan gagasan dalam aliran pengalaman.

Pemahaman sense of place ini lahir dari filsafat fenomenologi yang berkembang setelah masa rasionalis dan empiris. Fenomenologi membahas pengalaman individu yang tujuan akhirnya adalah membangun ilmu pengetahuan yang solid. Fenomenologi sangat kuat pengaruhnya dalam arsitektur karena penekanannya pada persepsi dan kognisi. Fenomenologi ini kurang lebih merupakan kompromi diantara objektivitas dari sains dan subjektivitas dari art.

 

  1. Analisa

Artikel Yi-Fu Tuan adalah esai yang panjang dan berkembang yang bertujuan untuk mengusulkan dasar konseptual dari perspektif humanistik dalam geografi. Pendekatan humanistik dalam geografi sering dianggap lebih dekat dengan humaniora. Dalam esai sebelumnya pada tahun 1976, Tuan mengembangkan konsep geografi humanistik dengan menggambarkannya sebagai ilmu sosial daripada ilmu bumi. Istilah “humanistik” bukan berarti “humanisme” sebagai seperangkat prinsip etika, tetapi sebagai proposal ilmiah untuk pemahaman geografi.

Definisi yang digunakan oleh Tuan mengenai space dan place menurut ahli geografi sangat rumit, terlalu filosofis, kaku, dan tidak operasional. Kajian Tuan hanya berbicara geografi sederhana karena belum ada perspektif yang fokus kenapa orang bergerak dalam ruang dan tempat serta dinamika kompleks lainnya, termasuk kajian sentripetal dan sentrifugal. Tapi tanpa Tuan, maka analisa yang berbeda mengenai ruang tidak akan ada. Kajian ruang menurut Foucolt, Leverbte, dan ahli geografi sosial lainnya tidak akan muncul tanpa adanya “gangguan” dari konsepsi Tuan mengenai space dan place. Ahli geografi manusia berusaha membentuk definisi yang lebih operasional dari konsep space dan place.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *